Berita

Dari Teori ke Lapangan: Fieldtrip Mahasiswa Ilmu Lingkungan UIN Saizu Menyusuri Perbukitan dan Pesisir Kebumen

Ditulis oleh: Mas Fuah

Dipublikasikan pada: 12 June 2024

Cover artikel Dari Teori ke Lapangan: Fieldtrip Mahasiswa Ilmu Lingkungan UIN Saizu Menyusuri Perbukitan dan Pesisir Kebumen

**Purwokerto, 12 Juni 2024** - Mahasiswa Program Studi Ilmu Lingkungan Universitas Islam Negeri Prof. K.H. Saifuddin Zuhri melakukan kegiatan Fieldtrip atau kegiatan studi lapangan di Perbukitan Karst Karangbolong dan Pesisir Selatan Kabupaten Kebumen pada 10-11 Juni 2024. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Geomorfologi Lingkungan dan Dasar-Dasar Pemetaan. Kegiatan yang dilaksanakan selama dua hari mengangkat tema "Eksplorasi dan Pemetaan Geomorfologi Lingkungan Perbukitan Karangbolong dan Pesisir Selatan Kabupaten Kebumen". Selama dua hari, mahasiswa didampingi dan dibimbing oleh Gangsar Edi L, M.Sc., dan Surya Waradi M, M.Sc., dosen mata kuliah Geomorfologi Lingkungan dan Dasar-Dasar Pemetaan.  Tujuan utama dari kegiatan ini untuk memberikan pemahaman mendalam secara teoritis dan praktis mengenai dinamika geomorfologi di kawasan tersebut dan interaksi antara gemomorfologi, formasi geologis dengan lingkungan sekitarnya.

"Kegiatan ini merupakan bentuk dari model pembelajaran project based learning dimana mahasiswa tidak hanya diberikan penjelasan di lapangan terkait fenomena geomorfologi, hidrologi dan geologis, tetapi juga diberikan tugas untuk melakukan pemetaan (spatial analysist) mengenai bentuk lahan dan keterkaitan dengan lingkungan. Sebelumnya, mahasiswa juga dibekali dengan beberapa praktikum pemetaan dan identifikasi bentuk lahan  pada kedua mata kuliah tersebut. Hasil dari praktikum yakni peta titik observasi atau peta kerja dan digunakan oleh mahasiswa dalam melakukan pengamatan di lapangan. Mahasiswa juga diberikan pengenalan mengenai penggunaan GPS handled dan beberapa aplikasi pemetaan berbasis android.  Harapan dari kegiatan lapangan ini, tidak hanya pemahaman teoritis-praktis tetapi juga mengenalkan kepada mahasiswa tentang kegiatan survei dan pemetaan.", tutur Gangsar dan Surya selaku dosen pendamping. 

Selama dua hari, mahasiswa mengunjungi lokasi-lokasi penting seperti Mata Air Kalikarag, Bukit Kars Tugu, Mata Air Kalisirah, Doline Jeblosan,  Mata Air Lagen Ujung, Telaga (Doline) Tando, Muara Sungai Ijo, Pantai Ayah, Pantai Menganti, dan Gunungapi Purba Menganti. Hari pertama mahasiswa banyak melakukan pengamatan di Perbukitan Karst Karangbolong dengan fokus bentuklahan karst. Mahasiswa diajak melakukan pengamatan di beberapa matair sebagai outlet dari sistem sungai bawah tanah di Karst Karangbolong. "Karst Karangbolong memiliki beberapa sistem sungai bawah tanah dengan outlet mataair yang memiliki peran penting bagi masyarakat. Mata air tersebut digunakan oleh masyarakat di 3 Kecamatan dan 7 Kecamatan lain yang dikelola oleh PDAM," tutur Gangsar. Selain mata air, mahasiswa juga diajak untuk mengamati fenomena bukit karst kerucut dan lembah (doline) serta telaga yang ada di Perbukitan Karst Karangbolong. 

Pada hari kedua, mahasiswa fokus pada pengamatan bentuk lahan sungai (fluvial), kepesisiran dan Gunungapi Purba  di sekitar muara Sungai Ijo, Pantai Ayah dan Menganti. Mahasiswa melakukan observasi mengenai berbagai jenis bentuk lahan sungai yang ada disekitar muara dan perubahan morfologi muara sungai. Terakhir mahasiswa melakukan pengamatan berbagai bentuk lahan pantai dan Gunungapi Purba di Pantai Menganti, Kebumen. 

Pada akhir kegiatan, mahasiswa melakukan diskusi dengan kedua dosen untuk membahas hasil pengamatan dan pemetaan. Mahasiswa juga diberikan pendalaman materi tentang bagaiamana melakukan input dan pengolahan data spasial (peta) setelah melakukan survei lapangan. Dari kegiatan ini mahasiswa juga akan melakukan analisis dan menyusun laporan sebagai hasil dari kegiatan fieldtrip selama dua hari.