Berita

STUPA AWARS "Studio Perancangan Arsitektur x Teknik Komunikasi Arsitektur" dengan tema:"Perencanaan Rumah Tinggal Layak Huni Di Banyumas"

Ditulis oleh: Mas Fuah

Dipublikasikan pada: 21 June 2024

Cover artikel STUPA AWARS "Studio Perancangan Arsitektur x Teknik Komunikasi Arsitektur" dengan tema:"Perencanaan Rumah Tinggal Layak Huni Di Banyumas"

Purwokerto,20 Juni 2024- Dalam rangka Ujian Akhir Semester prodi Arsitektur mengadakan STUPA AWARDS Studio Perancangan Arsitektur dan Teknik Komunikasi Arsitektur dengan tema "Perencanaan Rumah Tinggal Layak Huni Di Banyumas". Para mahasiswa diberikan tugas membuat sebuah poster yang berisikan karya rumah tinggal mereka sebagai tugas Ujian Akhir Semester 2.

Pada karya tersebut berisikan tentang desain rumah tinggal, lokasi rumah tinggal yang berada di daerah Banyumas, dan gambar-gambar kerja rumah tinggal yang mereka buat. Karya mereka telah dipresentasikan kepada dosen pengampu Studio Perancangan Arsitektur yakni Bpk. Fariz Nizar, S.Ars., M.Ars. dan juga dosen Teknik Komunikasi Arsitektur Bpk. NaufaL Kresna Diwangkara, S.Ars., M.Ars. namun mereka tidak hanya mempresentasikan karya mereka pada dosen pengampu tetapi juga dipresentasikan kepada guest lecture offline dari luar yakni Bpk.Ar.Ahmad Mahbub Hmdani, S.Ars., M.Ars., IAI (Dosen ISAI UIN Walisongo Semarang), dan guest lecture online yakni Bpk. Ir.Adi Sasmito. M.T., IAI (Dosen Fakultas Teknik Universitas Pandanaran), Bpk.Badrut Anggara Putra, S.Ars., M.Ars., IAI (Dosen Arsitektur Universitas Merdeka Surabaya), Ibu Nia Namira Hanum, S.Pd., M.Ars (Dosen Arsitektur ITB AD Tanggerang Selatan).

Kompetisi ini bertujuan untuk merancang perencanaan rumah tinggal layak huni di Banyumas, dengan fokus pada inovasi dalam desain yang mengintegrasikan kebutuhan fungsional dan estetika yang sesuai dengan konteks lokal. Mahasiswa diharapkan untuk mengembangkan konsep-konsep arsitektural yang berkelanjutan, mempertimbangkan aspek-aspek seperti keberlanjutan lingkungan, penggunaan teknologi terkini, serta keterjangkauandan kepraktisan dalam konstruksi. Pemenang STUPA AWARDS dinilai berdasarkan keoriginalan ide, kedalaman analisis konteks lokal, serta kemampuan untuk mengkomunikasikan gagasan-gagasan mereka melalui teknik-teknik komunikasi arsitektur yang efektif.